Recent Posts
Saturday, December 12, 2009
Tuesday, December 01, 2009
My Lala Land
have you ever traveled all around your own mind? looking for anything you don't even know what it is?
i have. so often. during my leisure time, lala-ing (my idiom for starring blankly at nothing, combining images of random things) is my 'cup of tea for British people'.
idk, call me retarded but it just feels congenial and fits me damn right.
you know, how do you feel when you see people wearing the same style of clothes that taken from E! entertainment and the so-called hottest lifestyle magazines? or when you do the blog-walking in others' blogs, how do you respond to their typically same way of writings? perhaps you have divergent answers.
but for me, who uphold my faith in originality, those deeds seems... boring. more likely un-edgy-ness in a vast amount. oh my god i completely ran out of words to describe these feelings.
i mean, i just don't like the exact things going around at the same time. even if i have to do/have such a particular thing, i'll make it different. according to my jag and taste. i'll just go lala!
in order to re-build those perspective of mine, i usually rolls my eyes and think. "how can i make it different, or awesome, or edgy, or mistify?" i often project things in a random order. for instance, to make an assignment presentation slide show in my windows power point looks 'peculiar', i'll dive into a psychedelic background with jumbo jet airplane add bugs bunny face plus my mum's fried rice and surrounds with winter climate. or maybe i'll make my room feels cozier by picturing a hot librarian bookworm and a giant elephant slash UFO plate and add with some mafia shotgun battle sounds in an earthquake situation. yes. that kooky! that bizarre!
i have. so often. during my leisure time, lala-ing (my idiom for starring blankly at nothing, combining images of random things) is my 'cup of tea for British people'.
idk, call me retarded but it just feels congenial and fits me damn right.
you know, how do you feel when you see people wearing the same style of clothes that taken from E! entertainment and the so-called hottest lifestyle magazines? or when you do the blog-walking in others' blogs, how do you respond to their typically same way of writings? perhaps you have divergent answers.
but for me, who uphold my faith in originality, those deeds seems... boring. more likely un-edgy-ness in a vast amount. oh my god i completely ran out of words to describe these feelings.
i mean, i just don't like the exact things going around at the same time. even if i have to do/have such a particular thing, i'll make it different. according to my jag and taste. i'll just go lala!
in order to re-build those perspective of mine, i usually rolls my eyes and think. "how can i make it different, or awesome, or edgy, or mistify?" i often project things in a random order. for instance, to make an assignment presentation slide show in my windows power point looks 'peculiar', i'll dive into a psychedelic background with jumbo jet airplane add bugs bunny face plus my mum's fried rice and surrounds with winter climate. or maybe i'll make my room feels cozier by picturing a hot librarian bookworm and a giant elephant slash UFO plate and add with some mafia shotgun battle sounds in an earthquake situation. yes. that kooky! that bizarre!
by doing lala, my imaginations gone wild as monkeys in a jungle full with bananas. i can't control myself finding my own original ideas. and one thing for sure i enjoy freaking myself up with that dose of wackiness. i don't care what people say as long as my mind last products satisfy me. i HAVE to be different. i HAVE to be gonzo! normal life is boring! average people should find their own outlandish character! find yourself! find your lala land!


Monday, November 16, 2009
David Ben Gurion
There's a black goat who fight with another black goat, and the white goat just looking confused at them. The goats are so stupid because at the mean time the wolf sneaks to eat all of them. Far from there a shepherd and his flock of sheep just laugh.

Wednesday, November 11, 2009
Spot The Difference
LOSER | LOSER
can you figure? no? yes, that's absofuckinglutely right because LOSER has no diversification at all.

Tuesday, November 03, 2009
Halloween 2009
That was me as Slash sat with a Mc Donald creature named Nurjanah Ekaputri. The theme was R.I.P (Rest In Popularity), but is Slash still alive? Whatevs, just pretend he's dead. Sorry Slash, no offense. Actually I have the 2nd costume as a Dracula, but I don't have any HQ pictures when I wore it. Anyway Happy Halloween everybody! :D
Rabbit oh Rabbit
pernahkah terpikir oleh anda, bahwa sebenarnya beberapa hal yang telah kita pegang sekian lama sebagai prinsip dapat dengan mudahnya hancur dan bobrok tanpa anda sendiri ketahui?
mungkin pada awalnya anda akan bersikukuh bahwa anda kuat, tegar, prinsipil, konsisten, dan sikap-sikap lain yang menandakan 'keberpihakan' diri anda terhadap prinsip-prinsip yang anda yakini tersebut.
namun ironisnya, setelah anda mengambil pola pikir menentang seperti tadi anda malah akan semakin mudah untuk melonggarkan tali tebal dan keras pengikat ego anda tanpa anda sadari.
sebagai contoh, saat seekor kelinci mengungguli seekor kura-kura dalam lomba lari, si kelinci berprinsip bahwa dialah sang pemenang. p-e-m-e-n-a-n-g. winner. tidak lebih, tidak kurang. tetapi saat dia semakin bersikeras meng-iya-kan perasaan kemenangan tersebut, si kelinci tersentak melihat kura-kura yang ternyata berjalan santai dengan teman-teman dari kebun binatang yang lain. seperti kancil, monyet, burung, dan hewan-hewan lain. kura-kura tersebut (yang juga telah secara tidak sadar merubah pola pikir/prinsip sebagai pecundang menjadi seorang yang mudah bergaul) tidak sedikitpun mengingat bahwa dia sedang ada dalam suatu perlombaan. dia dengan santainya merubah suara dalam dirinya selama ini yang berbunyi "pecundang" dengan berjalan bersama, mengobrol, merangkul, makan bersama, dan bersosialisasi secara intens dengan hewan lain. bagaimana bisa? bisa saja. karena saat ditanyakan kepada kura-kura tersebut, dia menjawab bahwa kunci lunturnya prinsip tersebut adalah kenyamanan. ya, si kura-kura tersebut merasa nyaman dengan mind-set barunya tentang suatu hal (dalam kasus ini konteksnya menjadi mudah bergaul) yang membuatnya tidak begitu memperdulikan pendapat orang tentang stereotype bahwa kura-kura = lamban/pecundang. bukan seekor hewan yang mudah bergaul. di atas kertas apa yang dilakukan si kura-kura menentang pemahaman yang sudah ajek di masyarakat awam. namun kura-kura tidak peduli karena (sekali lagi) rasa nyaman tersebut.
kembali kepada kelinci di depan. sambil menatap kosong, kelinci tersebut berhenti berlari dan berjalan mendekati pohon untuk duduk, lalu berpikir. bagaimana bisa dirinya yang sebegitu hebatnya, bisa kalah dalam permainan pemikiran? (sang kelinci masuk dalam tahap ketidaksadaran untuk merubah prinsipnya) kura-kura lamban itu saja dapat mengambil keputusan ekstrim untuk merubah hal yang 'tabu' hanya dengan alasan 'nyaman'. kenapa dia tidak bisa? kenapa dia terus berjalan bahkan berlari dalam kenyataan -yang sebenarnya tidak begitu jelas- bahwa ia seekor kelinci yang selalu menang? apa dia dalam hal ini telah kalah dengan kura-kura? apakah dia nyaman dengan hal yang selama ini dia percayai? (sang kelinci makin goyah)
setelah menimbang-nimbang, kelinci tersebut mengambil keputusan. dia tidak mau mengikuti mentah-mentah apa yang dilakukan oleh kura-kura dengan menjual harga dirinya dalam bentuk perubahan prinsip. namun dia mencari alternatif lain yang juga membuatnya nyaman, namun tidak menghilangkan hal ajek yang sudah sebelumnya dan sekian lama dia pegang dan percayai. akhirnya dia mendapati bahwa dirinya juga seekor kelinci penolong. seekor kelinci yang tanpa pamrih membantu hewan lain yang membutuhkan pertolonganya. seperti membawa hewan lain ke dokter hewan dengan cara digendong (karena lari sang kelinci sangat cepat), mengambil air di sumur yang jauh untuk tetangganya, atau menjadi pengajar berjalan bagi anak-anak hewan yang baru lahir.
semua hal tersebut dirasakan oleh kelinci sebagai hal yang dia kuasai dan dia rasakan sebagai kenyamanan bagi jiwanya tanpa harus menghilangkan prinsipnya sebagai pemenang. kelinci tersebut merasakan kenyamanan yang sangat besar jikalau dapat menjadi kedua sosok tersebut.
oke. jika kita lihat di atas memang sangat manis sekali kelinci tersebut menjadi penolong sekaligus pemenang, tidak seperti kura-kura yang sudah menjadi hewan yang mudah bergaul namun tidak pecundang lagi semata-mata karena faktor kenyamanan. NAMUN, faktanya di sini adalah kura-kura dan kelinci sama-sama MERUBAH prinsip/pola pikir/kepercayaan mereka. ya mereka merubahnya. walaupun berbeda bagi kelinci yang menambahkan satu lagi prinsip yang dia 'nyamani'. tetap saja BERUBAH. tanpa mereka sadari.
sekarang pertanyaanya, haruskah kita mempertahankan hal-hal yang kita yakini sejak dulu karena kita sudah terbiasa dan agaknya sangat gengsi untuk mematahkannya? atau kita merubah/menambah/mengurangi atau melakukan apapun yang menyebabkan suatu keutuhan prinsip tersebut berubah? sekalipun karena rasa nyaman?
anda sendiri yang berhak menentukan.

mungkin pada awalnya anda akan bersikukuh bahwa anda kuat, tegar, prinsipil, konsisten, dan sikap-sikap lain yang menandakan 'keberpihakan' diri anda terhadap prinsip-prinsip yang anda yakini tersebut.
namun ironisnya, setelah anda mengambil pola pikir menentang seperti tadi anda malah akan semakin mudah untuk melonggarkan tali tebal dan keras pengikat ego anda tanpa anda sadari.
sebagai contoh, saat seekor kelinci mengungguli seekor kura-kura dalam lomba lari, si kelinci berprinsip bahwa dialah sang pemenang. p-e-m-e-n-a-n-g. winner. tidak lebih, tidak kurang. tetapi saat dia semakin bersikeras meng-iya-kan perasaan kemenangan tersebut, si kelinci tersentak melihat kura-kura yang ternyata berjalan santai dengan teman-teman dari kebun binatang yang lain. seperti kancil, monyet, burung, dan hewan-hewan lain. kura-kura tersebut (yang juga telah secara tidak sadar merubah pola pikir/prinsip sebagai pecundang menjadi seorang yang mudah bergaul) tidak sedikitpun mengingat bahwa dia sedang ada dalam suatu perlombaan. dia dengan santainya merubah suara dalam dirinya selama ini yang berbunyi "pecundang" dengan berjalan bersama, mengobrol, merangkul, makan bersama, dan bersosialisasi secara intens dengan hewan lain. bagaimana bisa? bisa saja. karena saat ditanyakan kepada kura-kura tersebut, dia menjawab bahwa kunci lunturnya prinsip tersebut adalah kenyamanan. ya, si kura-kura tersebut merasa nyaman dengan mind-set barunya tentang suatu hal (dalam kasus ini konteksnya menjadi mudah bergaul) yang membuatnya tidak begitu memperdulikan pendapat orang tentang stereotype bahwa kura-kura = lamban/pecundang. bukan seekor hewan yang mudah bergaul. di atas kertas apa yang dilakukan si kura-kura menentang pemahaman yang sudah ajek di masyarakat awam. namun kura-kura tidak peduli karena (sekali lagi) rasa nyaman tersebut.
kembali kepada kelinci di depan. sambil menatap kosong, kelinci tersebut berhenti berlari dan berjalan mendekati pohon untuk duduk, lalu berpikir. bagaimana bisa dirinya yang sebegitu hebatnya, bisa kalah dalam permainan pemikiran? (sang kelinci masuk dalam tahap ketidaksadaran untuk merubah prinsipnya) kura-kura lamban itu saja dapat mengambil keputusan ekstrim untuk merubah hal yang 'tabu' hanya dengan alasan 'nyaman'. kenapa dia tidak bisa? kenapa dia terus berjalan bahkan berlari dalam kenyataan -yang sebenarnya tidak begitu jelas- bahwa ia seekor kelinci yang selalu menang? apa dia dalam hal ini telah kalah dengan kura-kura? apakah dia nyaman dengan hal yang selama ini dia percayai? (sang kelinci makin goyah)
setelah menimbang-nimbang, kelinci tersebut mengambil keputusan. dia tidak mau mengikuti mentah-mentah apa yang dilakukan oleh kura-kura dengan menjual harga dirinya dalam bentuk perubahan prinsip. namun dia mencari alternatif lain yang juga membuatnya nyaman, namun tidak menghilangkan hal ajek yang sudah sebelumnya dan sekian lama dia pegang dan percayai. akhirnya dia mendapati bahwa dirinya juga seekor kelinci penolong. seekor kelinci yang tanpa pamrih membantu hewan lain yang membutuhkan pertolonganya. seperti membawa hewan lain ke dokter hewan dengan cara digendong (karena lari sang kelinci sangat cepat), mengambil air di sumur yang jauh untuk tetangganya, atau menjadi pengajar berjalan bagi anak-anak hewan yang baru lahir.
semua hal tersebut dirasakan oleh kelinci sebagai hal yang dia kuasai dan dia rasakan sebagai kenyamanan bagi jiwanya tanpa harus menghilangkan prinsipnya sebagai pemenang. kelinci tersebut merasakan kenyamanan yang sangat besar jikalau dapat menjadi kedua sosok tersebut.
oke. jika kita lihat di atas memang sangat manis sekali kelinci tersebut menjadi penolong sekaligus pemenang, tidak seperti kura-kura yang sudah menjadi hewan yang mudah bergaul namun tidak pecundang lagi semata-mata karena faktor kenyamanan. NAMUN, faktanya di sini adalah kura-kura dan kelinci sama-sama MERUBAH prinsip/pola pikir/kepercayaan mereka. ya mereka merubahnya. walaupun berbeda bagi kelinci yang menambahkan satu lagi prinsip yang dia 'nyamani'. tetap saja BERUBAH. tanpa mereka sadari.
sekarang pertanyaanya, haruskah kita mempertahankan hal-hal yang kita yakini sejak dulu karena kita sudah terbiasa dan agaknya sangat gengsi untuk mematahkannya? atau kita merubah/menambah/mengurangi atau melakukan apapun yang menyebabkan suatu keutuhan prinsip tersebut berubah? sekalipun karena rasa nyaman?
anda sendiri yang berhak menentukan.

