Dolce Far Niente

January 19, 2011

Hoba! Hoba! Selamat bergabung kembali di website kebanggaan kita bersama, Kuchunguza! Fasten your seat belt because it's gonna be an aaaaaaaaaawesome ride!

Gue juga ga ngerti kenapa gue menggunakan kalimat di atas sebagai pembuka tulisan gue kali ini. Dan percayalah, isi tulisan di bawah ga bakal segitu awesomenya. Namun, apalah artinya setitik nila jika tak ada udang di balik batu. (?)

Jadi, apakah itu "Dolce Far Niente"? Apa judul di atas membuat lo bertanya-tanya penasaran dalam hati? (sok berasa dipikirin orang, padahal di baca juga kagak ini web) Atau mungkinkan Dolce&Gabbana bubar dan buka cabang baru? Atau bahkan ada hubungannya sama Bunda Dorce? Tetot! Kalo kalian pernah nonton filmnya Julia Roberts paling anyar tahun kemarin yaitu "Eat, Pray, Love", pasti kalian ga asing denger frase tersebut. Apa lagi kalo kalian termasuk orang yang tajir melintir dan travelling ke Eropa adalah sebuah hobi. Layaknya hobi makan kacang. Mungkin kalian pernah diperkenalkan oleh warga di Italia tentang sebuah kebiasaan atau budaya di beberapa kota di sana, yang salah satunya adalah "Dolce Far Niente" tersebut.

Secara simpel, frase yang terdengar sangat keren itu dapat diterjemahkan sebagai "The Sweetness of Doing Nothing". Manisnya tidak melakukan apapun. (kalo di bahasa Indonesia-in agak gimanaaa gitu ya haha) Sebuah perasaan nyaman, tentram, dan 'manis' saat kita hanya berdiam diri tanpa melakukan sesuatu yang penting dan biasa dikerjakan. Ga perlu berangkat kerja, ga perlu bersihin rumah, beresin kamar, nyuci baju, nyuci piring, ngepel, netein anak, ngasah otot di gym, atau apapun. Paling banter tiduran di depan TV, trus nonton DVD, sembari mengunyah kudapan berupa chiki dan berbatang-batang coklat sambil menikmati indahnya suara kicauan burung dan hangatnya mentari di luar sana. Isn't that extremely temptating?

Banyak orang yang menginterpretasikan phrase ini ke dalam berbagai makna. Semuanya berbeda-beda sesuai karakter pribadi orang masing-masing tentunya. Contohnya kaya gue di atas, ya gue lebih suka mendeskripsikan "Dolce Far Niente" kaya gitu. Ngejogrog aja gitu depan TV leyeh-leyeh sambil sedikit melakukan selonjor-selonjor manja. Terus makan apapun yang gue mau, sebanyak apapun, sampai kapanpun, dan bener-bener live the moment banget deh. Ga ada tekanan dari mana-mana. Dan biasanya hal tersebut berlangsung sampe gue merasa puas, bosan, dan ingin kembali ke rutinitas biasanya. Namun ada beberapa orang lebih menganggap hal ini sebagai sesuatu yang berkesan sakral dan filosofis. Mereka meresapinya secara dalam hingga menjangkau bagian dari diri mereka yang abstrak dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Berkesan spiritual banget yang kalo bisa didukung oleh situasi dan kondisi yang tenang agar bisa berkonsentrasi penuh dalam menjalaninnya. Sepenuhnya mengisolasikan diri dari dunia luar dan ga ngelakuin apapun. An absotule 'me' time. Biasanya dilakukan sambil meditasi atau perenungan. Bisa pula ditambah wewangian aromatherapy dan lilin-lilin kecil yang menerangi ruangan agak remang dan super comfy. Beuh, sounds so relaxing huh?!

Nah, selama gue liburan panjang kemaren itu gue melakukan hal tersebut. Dibagi menjadi dua pendekatan di atas. Karena gue penasaran dan akhirnya mencoba menjalani some sort of 'meditations'. Just for the sake of soul seeking. Karena selama setahun kemaren gue merasa jiwa gue completely taken over many people. Mulai dari dosen yang ngasih tugas, temen-temen dengan kelakuan mereka yang beragam, keluarga, tetangga, banyak deh orang-orang yang terus secara konstan berhubungan dengan gue. Hingga gue merasa akhirnya gue kurang waktu buat diri gue sendiri. Gue merasa gue perlu mengembalikan jati diri gue yang sempet goyah akan beberapa hal yang gak perlu gue jelasin dan gue butuh waktu buat nge-recap semuanya, terus melakukan refleksi. Sekarang gue memilih untuk ga menjelaskan terlalu detail apa aja yang gue lakukan selama liburan yang sangat bermakna buat gue pribadi. Biarlah semuanya menjadi kenangan gue seorang dan terus terekam sebagai memori indah dalam pencarian nilai murni seorang Rahmat Chaniago. (anjinggg gaya lo tong!)

Shortly, gue membagi kesendirian gue itu ke dua bagian kaya di atas. Yang leyeh-leyeh di rumah itu sama yang sok-sok menyendiri itu. Gue kemaren kaya pergi dan melakukan 'spiritual journey' gitu deh. Sekali lagi, ga akan gue bahas di sini. Ya pokoknya nih ya, gue segitu penasarannya sampe gue ga taun baruan, ga jalan-jalan reuni apalah itu sama temen lama maupun temen baru, ga bandel-bandelan, ga maksiat-maksiatan, ga ngapa-ngapain deh. Paling interaksi sama manusia yang paling intens ya keluarga lah ya. Ngapain lagi selain merajut kembali tali kasih yang telah lama hilang karena ngekost ya gak?! Dan palingan ngelakuin hal-hal 'baik' yang jarang gue lakuin di hari biasa. Melakukan semacam pendaftaran resolusi buat tahun selanjutnya dan menyimpannya secara pribadi, tanpa harus ngetweet #resolusi2011. HAHA! Maap ya yang kesindir. Sisanya, ya itu tadi.. NGANSOS SAMPE BELEBERAN! Gue menikmati setiap saat-saat gue perlahan dapat mendapatkan 'greget' itu, greget dimana gue ga perlu mikirin "wah apa yang bakal terjadi abis ini?", "wah kalo gue begini nanti begitu ga ya?", "ah gimana nih kalo ga bisa ini atau itu?". Semuanya terasa ringan dan mulus. Segalanya berjalan lancar tanpa hambatan. Ga ada satupun momen yang membuat gue menyesal.

Di sini gue mau menegaskan kalo "Kenikmatan Tidak Melakukan Apa-apa" yang dimaksud bukan simply berleha-leha ngapain aja yang lo mau TANPA tanggung jawab dan target pribadi. Memang banyak bermacam-macam argumen mengenai makna frase bahasa Italia ini, yang sering kali bertentangan satu sama lain. Ada yang mikir kalo ya terserah lah mau ngapain aja dalam 'gak-ber-ngapa-ngapa-in' tersebut, kan yang penting enjoy! Suka-suka lah gimana perspektif pribadi, kenapa lo ngatur? Mungkin banyak yang mikir gitu. Cuma ya, IMHO, kalo cuma leha-leha ga ada juntrungan sampe jadi gembrot karena makan banyak, trus keluar duit banyak beli ini-itu buat menunjang 'suasana' yang tepat, terdengar kurang asik ga sih?! Iya emang hal tersebut termasuk melakukan "Dolce Far Niente", cuma pasca waktu tersebut apa yang lo dapet? Perut buncit? Rekening yang bedol? Kekeliruan di sana-sini karena lo baru aja ngelakuin sesuatu yang ga bertanggung jawab? Buat apa? Itu yang lo mau? Malah bakal menimbulkan penyesalan kan? Akhirnya malah ga asik dan merugikan diri sendiri jatohnya. Self-Escaping-Vacay yang tadinya bertujuan buat nge-refresh jiwa lo, malah berubah menjadi masalah baru yang bikin hati lo makin dongkol dan banyak aura negatif. Is that even worth the sacrifice? Your sacrifice of not being with your friends and family celebrating new year or simply going around your city and hanging out till you laugh to death? Really? Then you absolutely miss the point, my dear.

Jadi intinya, saat lo penasaran dan memutuskan untuk mengeksekusi Si "Dolce Far Niente" yang amat sangat mudah dan menyegarkan ini, sebaiknyaaa ya sebaiknyaaa, saran aja nih, bikin target pribadi. Apa yang mau lo capai abis itu? Apa yang mau lo perbaiki? Apa yang lo mau temukan? Baik kesalahan atau kelebihan. Dan bagaimana lo menanggapi hal tersebut. Nah kalo udah nemu fondasi dan basic points yang jelas tentang keberangkatan lo (boelah, mau berangkat kemana atuh bro?), baru deh tancep gas and live your free life as a free human being! Gampang kok ngelakuinnya. Ga sesulit dan sepanjang yang gue tulis di atas. Ini panjang karena gue aja yang heboh ceritanya hahaha. Trust me, it's not that hard. Asal lo punya tekad dan niat yang positif, ngelakuin hal ini 100% gampang segampang metik daun kuping gajah. Interpretasikan sesuka lo, lakuin apapun sesuka lo, mau dipisah atau dicampur antara leyeh-leyeh dan spiritual journey itu juga gapapa, atau bahkan lo mau ke Italia sekalian juga boleh banget. Kalo punya duit dan visanya di approve tapi ya. Oiya gue saranin urus visa Schengen aja biar enak keliling Eropanya. Trus ajak-ajak gue ya, setidaknya oleh-oleh lah, apa kek gitu?! Sepatu D&G atau jas Armani juga boleh. HAHAHAHA #gataudiri #sampah. Ya mau ngapain aja itu dolce-dolce-an nya terserah lah asal positif buat diri sendiri aja. Udah gede kan? Ngerti lah ya. Sip sip! See you at the next post :)

You Might Also Like

0 comments