Tumblr

November 09, 2010

Barusan gue abis men-delete-account-kan akun "coba-coba" Tumblr gue yang juga baru dibikin beberapa jam yang lalu. Kenapa? Karena gue udah puas nyoba-nyoba semua features yang ada di Tumblr (yang mana udah bikin gue penasaran sejak dulu) dan menurut gue pengalaman beberapa jam yang lalu itu udah cukup menjawab rasa ingin tau yang menggebu-gebu.

Keren! Simpel! Elegan! Ya, itu mungkin kata-kata yang sering gue pikirkan di kepala bahkan beberapa kali tak sengaja terucap begitu saja setiap melihat sebuah situs ber-domain ".tumblr.com". Entah itu situs teman-teman gue sendiri ataupun situs fan base yang seringkali bertajuk "fuckyeah...". Kebanyakan dari pemiliknya memilih themes yang cool, simple, yet edgy-looking. Walaupun ada yang 90% isinya cuma nge-reblog orang, tapi sumpah demi Allah mereka sangat kebantu sama mantepnya theme designs dari Tumblr. Sangat kebantu.

Gue gak akan bohong trus bilang kalo gue gak mau membuat sebuah akun Tumblr dan melenggang tenang begitu aja tiap kali websurfing dan membuka frontpage-nya yang ada tulisan "The easiest way to blog" segede gaban itu. Ya itu udah ada buktinya gitu yaa gue udah bikin trus gue apus lagi. Gila kali, udah dari berapa lama ya gue kayaknya nahan-nahan diri untuk gak buat Tumblr dan ngikutin 'anak jaman'? Tapi gue terlalu penasaran, udah gak tahan, seperti gue merasakan orgasme tertahan di ujung-ujung jari gue. Dan orgasme tertahan itu sangatlah tidak baik. Nah, karena hal itu dan curiosity selama bertahun-tahun yang lebay itu pula lah akhirnya gue mencoba untuk menelan semua ego dan sign up di Tumblr. I went like "Yeah baby! Finally, I can lose my Tumblr-virginity tonight motherf**kaaah!"

"Congratulations, now you have a Tumblr! Start posting!"

Seorang bayi hologram baru saja lahir! Ia bernama http://rahmatchaniago.tumblr.com! Dalam hati gue berkata "I'm gonna nail you down, you electronic-whore! every inch of your HTML!" dan langsung saja gue terapkan kata-kata bergelora tersebut dengan menjelajahi tiap fitur di Tumblr. "Wah ada 'Text'! Wow ada 'Quote'! Whoa I can upload 'Song' & 'Video'?! SHIT, I CAN EVEN SPECIFY A CONVERSATION OF MINE WITH MY FRIENDS WITHOUT GETTING COMBINED WITH ANY OTHER FEATURES IN 'Chat'!" "This shit kicks-major-ass!"

Lalu beranjak untuk pemilihan themes, pengaturan settings (wait, what?), penambahan links, dan semuaaa hal yang dapat dilakukan di blogspot, hanya saja JAUH lebih simpel dan gampang di mata (easy on the eyes -__-). Bahkan saking psyched out nya, gue ampe gak sadar kalo beberapa post yang dibuat dengan membabi buta dan tanpa pikir panjang secara ga sengaja itu ke-linked ke Twitter gue. Langsung saja beberapa teman melontarkan sebuah pertanyaan andalan seorang Tumblr-er yang udah bisa gue tebak tanpa harus buka kolom replies/mentions dan baca tweetnya, yaitu: "Mat! Lo punya Tumblr? Follow gue dong!" #ea

Persis setelah gue kegep/ketauan nyoba Tumblr dan disodorkan pertanyaan seperti itu, gue langsung berpikir dan kembali mempertimbangkan haruskah gue membuat sebuah blog dengan Tumblr sebagai domainnya? Trus mau dikemanain my baby kuchunguza ini? Masa iya gue punya 2 blog dengan konten dan konsep yang ga jauh beda satu sama lain? Gak mungkin! Itu ga efisien dan terlalu 'apasih' untuk dilakukan.

So what should I do, O blog-God?

Di satu sisi, gue membiarkan air liur gue berceceran melihat betapa simpel dan organizednya Tumblr bekerja dibanding Blogger yang (maaf ya, kuchung) kurang user-friendly di bidang fitur-fitur penambah 'bumbu' saat kita melakukan aktifitas blogging. Apaan sih maksudnya? #nanyasamakeyboard. Maksudnya ya Blogger itu ga menyediakan beberapa hal yang Tumblr sediakan. Ya walaupun begitu juga kebalikannya, but still, Tumblr does it way cooler. Tapi di sisi lain, ya itu tadi, gue males banget kalo mau bikin 1 blog lagi yang pastinya akan ngulang dari awal lagi. Yang ini aja sering terbengkalai masa iya mau nambah lagi.

Sempat terpikir untuk mengganti akun Tumblr tadi menjadi http://fuckyeahragorago.tumblr.com yang diperuntukkan bagi fans-fans gue di luar sana agar mendapat update harian dari gue sebagai idola mereka yang humle dan bersahaja.

Akhirnya, dengan sangat sedih dan secara tidak rela gue menghapus akun tersebut bersama post-post sampah yang hanya menggambarkan ke-mupeng-an gue dalam dunia blog ini. Dengan itu pula gue memutuskan untuk menunda keinginan menggunakan Tumblr sebagai personal blog dan kembali merajahi kuchunguza-ku tercinta ini. Hey munchkin, do you miss me? uhhh. Yah apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur dan pasak lebih besar daripada tiang (?), hal tersebut sudah terjadi. Yang penting gue udah tau gimana Tumblr bekerja. Gue juga udah cukup senang bisa merasakan menjadi seseorang dengan blog Tumblr yang kewl dan keren itu selama... 3 jam saja. Hal tersebut sangat penting bagi hidup gue dan akan selalu terkenang di memori ini. (kamana atuh memori?)

In fact (asik, sok2 mau punchline nih)! Gue udah dapet ide & project untuk membuat sebuah blog di Tumblr dengan tujuan, konsep, dan isi yang berbeda! Baru dan fresh! Shockind and strangely different! HAHAHA penasaran? Tunggu gebrakan saya! #berasaadayangnunggu #kepedean #huff

You Might Also Like

0 comments