Watu Mabadiliko

September 03, 2010

Banyak orang di dunia ini yang susah berubah, yang menemukan banyak halangan besar untuk berubah entah itu karena faktor enggan, keras kepala, atau memang memiliki ideologi yang tetap konsisten dari awal. Mereka berusaha untuk menjadi diri sendiri. Keep it real. Sebisa mungkin mereka tetap stay in line supaya bisa konsisten sama 'jati diri'nya tanpa terpengaruh trend di sekitarnya.

Saat gue nulis ini, gue lagi di kelas Perbandingan Politik-nya Bang Atom dan dikelilingi puluhan mahasiswa yang ga bisa nutup mulutnya. Di tengah sebuah perkuliahan mereka malah tertawa terbahak-bahak, bersenda gurau, trus salah mereka? Bukan, karena mereka memang mendapat kesempatan dan tidak adanya halangan untuk mereka menggunakan kesempatan ini dengan mengobrol. Lalu salah Bang Atom yang tidak bisa menenangkan mereka dan memberikan sebuah lecturing experience  yang tenang dan penuh konsentrasi? Bukan juga, karena memang begitulah cara mengajar Bang Atom. Trus salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue? #ea Gak, ini bukan salah siapa-siapa. Ini emang karena mereka semua (Bang Atom dan para mahasiswa di kelas ini) gak mau atau gak bisa berubah. Bang Atom akan seperti ini dan teman-teman gue di kelas juga akan terus  begini sampai mereka berubah. Berubah untuk tidak seperti ini lagi.

Nah, tapi gak sedikit juga orang di dunia ini yang mau berubah. Berubah dikit, berubah banyak, berubah total, sengaja berubah, gak sengaja berubah, dan segala macem 'berubah-berubah' yang lain. Kenapa? Karena banyak faktor. Ada yang karena pengaruh external, entah itu teman, keluarga, masalah, dendam, trend, kesuksesan, kegagalan, dan hal-hal lain yang merubah mereka dengan atau tanpa sepengetahuan mereka. dengan sengaja atau gak disengaja merubah mereka menjadi seseorang yang benar-benar berbeda. Namun ada pula faktor internal yang emang dateng dari lubuk hati mereka yang paling dalam. Saat mereka berpikir kalo hidup mereka yang biasa seperti ini tidak cukup untuk memenuhi hasratnya akan perubahan. Perubahan yang penuh hal-hal berbeda dari biasanya - yang pastinya lebih menarik dari kegiatan monoton membosankan selama ini. Saat mereka dapat berubah, mereka akan mendapatkan sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan saat mereka masih tetap seperti dulu. Faktor itulah yang membuat mereka ingin dan bersikeras untuk berubah dan bertransformasi, apapun caranya, apapun hasil akhirnya.

Namun, di tengah-tengah itu semua, masih ada pula jenis orang di dunia ini yang.. yang.. di antara berubah dan/atau gak berubah, di antara dikarenakan faktor internal dan/atau external, di antara keinginan sendiri dan/atau ketidak sengajaan. Jenis orang yang 'lain-lain'. Yang jumlahnya tidak diketahui berapa banyaknya. Untuk lebih jelasnya, coba cek tabel berikut ini:


Hmm.. setelah gue liat-liat tabel sampah dan sotoy di atas kok kayaknya gue udah yang kaya paling tau segalanya di dunia gini deh? analist bukan, shrink bukan, psychologist bukan, dokter bukan, dukun pun juga bukan. Siapa gue bisa sok-sok memeta-metakan orang seenak udel? Ya memang tabel dan analisa gue di atas diambil dari cuma seiprit pengalaman gue selama 20 tahun hidup di dunia ini (dikurangin beberapa tahun masa-masa bayi & balita serta masa-masa labil SD, SMP kali yah. hmm.. jadi berapa tuh? 6 tahunan lah ya). Cuma gue gak akan mungkin sedangkal itu berpikiran sempit yang kaya: "Oke, pokoknya pengelompokkan orang-orang di atas yang gue bikin udah paling bener. Paling pas. Yang nyoba-nyoba ngerubah = mati." No, no, no I'm not that shallow. In fact, kayaknya gue baru nemu tabel baru:

Nah, bingung kan lo? Sesaat gue mencoba membuat tabel bagaimana bedanya intensi orang-orang di dunia ini. Sesaat kemudian gue bikin tabel yang menggambarkan semua hal dan faktor tersebut sebenernya berada dalam satu ruang lingkup. Mereka berbaur bersama-sama, hidup, dan melebur menjadi satu tersebar di sekitar kita. Sama kaya gue barusan, gue berubah dari yang such a freak ngatur-ngatur orang ke dalam sebuah pattern sempit, trus sekarang jadi agak loosen up menyatukan mereka semua. Salah? Nggak. Benar? Nggak juga. Semua sebenernya tergantung perspektif kalian masing-masing. Sebagian dari diri seseorang bisa berubah, sebagian lagi ga berubah. Semua orang bisa berubah, dan semua orang juga bisa gak berubah. Dalam waktu yang bersamaan. Iya emang gak jelas. dan ribet dibacanya. Dan gak ada juga yang bisa jelasin secara komplit dan aktual. Segalanya absurd, segalanya masih debatable, fading, masih abu-abu. Karena kehidupan kita itu dinamis. Dunia dan segala isinya akan tetap dan terus berubah, namun disaat yang sama pula tetap serupa dan tidak berubah.

Intinya kita akan terus melihat dan mengalami hal ini di sekitar kita, baik keluarga, teman, pacar, bos, karyawan, semuanya. Yang penting adalah tergantung bagaimana kita menyikapi hal-hal tersebut. Dengan itikad baik atau kurang baik. Karena seperti banyak orang bilang, satu-satunya hal di dunia ini yang tidak akan berubah adalah perubahan itu sendiri.

You Might Also Like

3 comments

  1. Menarik :)
    Honestly, I'm afraid of what boundaries could do.

    I like your second table, mungkin seperti hal-nya teori warna:

    "Putih itu datang dari semua (gradasi) warna"

    ReplyDelete
  2. Ya, betul bro saya juga agak takut dgn metode pengelompokkan terhadap sesuatu. Seakan-akan hasil akhirnya udah yg paling 'ajek' dan kita harus taat dan menuruti hal tsb.

    Nah tentang tabel kedua, quote bro di atas menjelaskan segalanya :)

    thx for commenting.

    ReplyDelete
  3. Inspiratif bgt mat, keep blogging!

    ReplyDelete